Tertahan. Itu yang membuatku berusaha.
Tantangan. Itu yang membuatku semangat.
Banyak hal yang mendefinisikan kedua kata di atas. Saat saya menginginkan sesuatu, saya harus menahannya. Karena itu bukan kebutuhan saya.Saat kebutuhan menghampiri saya, saya berusaha memenuhinya. Tantangan datang silih berganti. Dan kalau kita menyerah, apa yang bisa kita raih? Tak ada.
Waktu dan pikiran saya yang akan membawa saya, tentunya dengan kepercayaan dan keyakinan.
Saya memiliki resolusi di tahun ini, semoga semuanya berjalan dengan baik.
Saya siap menerima tantangan.
Sabtu, 14 Januari 2012
Jumat, 13 Januari 2012
Kekosongan Yang Terisi
Ketika kau menemukan jalanmu kau tak boleh takut. Kau harus memiliki keberanian, kau tak boleh takut. Kau harus memiliki keberanian yang cukup untuk melakukan kesalahan. Kekecewaan, kekalahan, dan keputusasaan adalah yang digunakan untuk menunjukkan jalan pada kita.
Angin berhembus dengan kencang. Aku berada dalam satu keramian. Sebenarnya pikiranku kosong, hatiku kosong tapi aku tak ingin berada dalam keramaian, pikiran dan hati yang kosong begitu saja.
Aku tak dapat membiarkan waktu ini terbuang begitu saja. Saat ku menunggu aku sedang melakukan sejuta aktivitas dalam mengisi kekosongan.
Hal layaknya kehidupan manusia yang memang terbukti benar-benar kosong.
Kita kosong di saat tak ada siapa pun yang bersama kita. Saat kita kosong, apa yang kita lakukan?
Membiarkan kekosongan itu terisi dengan sendirinya? Tak mungkin. Kita akan tetap kosong jika kita tak mencari dan berusaha. Bahkan saat saya menulis ini, sebenarnya saya tak tahu apa yang saya tulis. Dari kekosongan pun saya bisa menulis di blog ini.
Angin berhembus dengan kencang. Aku berada dalam satu keramian. Sebenarnya pikiranku kosong, hatiku kosong tapi aku tak ingin berada dalam keramaian, pikiran dan hati yang kosong begitu saja.
Aku tak dapat membiarkan waktu ini terbuang begitu saja. Saat ku menunggu aku sedang melakukan sejuta aktivitas dalam mengisi kekosongan.
Hal layaknya kehidupan manusia yang memang terbukti benar-benar kosong.
Kita kosong di saat tak ada siapa pun yang bersama kita. Saat kita kosong, apa yang kita lakukan?
Membiarkan kekosongan itu terisi dengan sendirinya? Tak mungkin. Kita akan tetap kosong jika kita tak mencari dan berusaha. Bahkan saat saya menulis ini, sebenarnya saya tak tahu apa yang saya tulis. Dari kekosongan pun saya bisa menulis di blog ini.
Akankah?
Deg-degan. Entah apa yang saya rasakan.sekarang. Saya duduk di sebelahnya, jantung ini berdetak, sangat cepat. Kenapa? Itulah. Saya tak tahu. Terlalu banyak yang saya tak tahu dengan perasaan ini.
Duduk dalam satu ruangan sejuk, penuh keheningan dengan alunan lagu di dalamnya. Terhanyut dalam suasana.
Perasaan ini membawaku ke dalamnya, lembut dan begitu lembut. Suasana itu membuatku terhanyut.
Duduk dalam satu ruangan sejuk, penuh keheningan dengan alunan lagu di dalamnya. Terhanyut dalam suasana.
Perasaan ini membawaku ke dalamnya, lembut dan begitu lembut. Suasana itu membuatku terhanyut.
Published with Blogger-droid v2.0.2
Jam pun Tak Pernah Salah
Jangan repot-repot menjelaskan emosi-emosi yang dirasakan. Jalani hidup sekuat mungkin dan jaga apa yang dirasakan sebagai pemberian dari Tuhan. Jika kita berpikir tak akan sanggup bertahan dalam dunia tempat hidup jauh lebih penting daripada pemahaman. Cara terbaik untuk menghancurkan jembatan antara yang kelihatan dan yang tak kelihatan adalah dengan mencoba menjelaskan emosi diri sendiri. Tidak ada yang benar-benar salah. Bahkan jam rusak pun benar dua kali dalam sehari. Semua orang memiliki “Takdir” yang harus dijalani.
Selasa, 10 Januari 2012
Selamat Datang Di Relung Hatiku
You're my home. Rumahku yang sebenarnya ada di hatimu. Dimanapun kamu berada, itulah rumahku.
Jumat, 06 Januari 2012
Hidupmu Indah
Jangan merasa sepi, hidupmu indah.
Jika kita hidup dalam kesempurnaan, hidup ini tak akan seru.
Perasaan kita hanya ada rasa senang, tak ada yang terobek dan dirobek.
Hidupmu indah, cermatilah.
Jangan merasa kesepian, karena Anda memiliki orang-orang yang menyayangimu.
Beranilah untuk beraspirasi, bernilah untuk mengambil keputusan, beranilah untuk menanggung setiap resiko di dalamnya.
Sayapun berpikir apa saya bisa melupakan orang yang pernah saya cintai, karena dia mengecewakan saya?
Saat ini saya sadar, Tuhan memberikan ujian untuk dilalui, saat saya bisa melaluinya, Ia menggatikannya dengan seribu kali lipat kebaikan yang saya dapat. Saat saya benar-benar berseru, ya, Dia memberikan pengiburan.
Perasaan itu kini t'lah hilang. Namun saya tak ingin melihat Anda sedih dan terluka. Saya hanya bisa benar-benar mendoakan Anda dalam hati.
Jika kita hidup dalam kesempurnaan, hidup ini tak akan seru.
Perasaan kita hanya ada rasa senang, tak ada yang terobek dan dirobek.
Hidupmu indah, cermatilah.
Jangan merasa kesepian, karena Anda memiliki orang-orang yang menyayangimu.
Beranilah untuk beraspirasi, bernilah untuk mengambil keputusan, beranilah untuk menanggung setiap resiko di dalamnya.
Sayapun berpikir apa saya bisa melupakan orang yang pernah saya cintai, karena dia mengecewakan saya?
Saat ini saya sadar, Tuhan memberikan ujian untuk dilalui, saat saya bisa melaluinya, Ia menggatikannya dengan seribu kali lipat kebaikan yang saya dapat. Saat saya benar-benar berseru, ya, Dia memberikan pengiburan.
Perasaan itu kini t'lah hilang. Namun saya tak ingin melihat Anda sedih dan terluka. Saya hanya bisa benar-benar mendoakan Anda dalam hati.
Selasa, 03 Januari 2012
Bye Tumblr, Bye Kompasiana
Saya akan menulis di blogspot. Keputusan sudah bulat. Tadinya bingung memilih. Saya pun pernah terpikir untuk menulis buku diary. Tulisan terlanjur terposting di Tumblr dan Kompasiana. Biarkanlah. Dibuat kenang-kenangan dan tak perlu dipindahkan.
Alasan saya memilih blogspot, karena saya suka. Ya, saya suka dengan tempat ini. Entah mengapa, tapi saya senang, dan blog ini mampu menggugah hati saya. Saya merasa bebas menulis di tempat ini.
Alasan saya memilih blogspot, karena saya suka. Ya, saya suka dengan tempat ini. Entah mengapa, tapi saya senang, dan blog ini mampu menggugah hati saya. Saya merasa bebas menulis di tempat ini.
Bunga-Bunga Bermekaran di Hati
Jarum jam dinding menunjukkan pukul 00.55 wita dan saya belum mengantuk. Ya, belum mengantuk dan sedang menulis. Saya suka menulis dan menulis. Senang. Selama seminggu ini jadwal kegiatan saya penuh. Yeah. Tentunya dengan hal-hal positif . Saya pun suka beraktivitas dan bermimpi. Berkativitas membuat saya mengerti arti hidup sebenarnya, dan bermimipi membuat saya berusaha menggapai setiap mimpi indah yang ada.
Aku juga senang, karena pukul 09.00 wita nanti saya akan ke Bank. Tabungan perdana di tahun ini lho. Senangnya. Setelah dari Bank, saya akan ke kantor. Saya tak bisa bilang dalam postingan ini saya bekerja dimana, yang pasti pekerjaan halal. Saya pun adalah seorang pelajar berumur 16 tahun. Super 'bukan? Saya tak merasa diri saya super, tapi saya bangga bisa bekerja di usia 16 tahun dan bisa menghasilkan sesuatu dari hasil keringat sendiri. Suatu kebanggan dan motivasi untuk lebih maju dan berusaha tentunya.
Dan yang membuat saya semakin senang, apa ya?
Ups, ada yang saya lupakan? Tidak. Saya hanya menulis bunga-bunga yang baru merkar di hati saya.
Aku juga senang, karena pukul 09.00 wita nanti saya akan ke Bank. Tabungan perdana di tahun ini lho. Senangnya. Setelah dari Bank, saya akan ke kantor. Saya tak bisa bilang dalam postingan ini saya bekerja dimana, yang pasti pekerjaan halal. Saya pun adalah seorang pelajar berumur 16 tahun. Super 'bukan? Saya tak merasa diri saya super, tapi saya bangga bisa bekerja di usia 16 tahun dan bisa menghasilkan sesuatu dari hasil keringat sendiri. Suatu kebanggan dan motivasi untuk lebih maju dan berusaha tentunya.
Dan yang membuat saya semakin senang, apa ya?
Ups, ada yang saya lupakan? Tidak. Saya hanya menulis bunga-bunga yang baru merkar di hati saya.
7 Kata Memusingkanku
Seharusnya aku senang. Tapi kenapa aku tak bisa senang?
Kenapa tak bisa tertawa lepas? Kenapa tak bisa menangis lepas?
Galaukah? Sebenarnya apa galau itu? Apalagi senang atau tangis.
Aku tak tahu. Dari mana kata itu berasal? Kenapa mereka mempunyai nama yang memiliki arti "hebat?"
Ups, apakah hebat itu? Power ranger? Mungkin sejenisnya.
Dan kata "gila" waraskah saya mengatakan kata itu? Dan apa itu waras?
Aku tak tahu apa yang ku rasakan. apa yang ku alami, apa yang terjadi.
Tidak, tidak tidak.
Aku tahu artinya! Aku merasakannya sekarang. Tapi hatiku menari-nari ria.
Apakah ada boneka atau bunga yang melekat di hatiku?
TIDAK. Aku tahu jawabannya. Aku telah melupakannya. Aku berhasil melupakannya.
Dan aku tertawa dalam kesenangan.
Entahlah..Aku Tak Ingin Terhanyut
Seharusnya tak disini saya mengedipkan mata. Waktu berjalan, mungkin habis hanya untuk mengedipkan mata. Mimpi pun bertolak.
Waktu tak mengenang dalamnya lautan. Kata hati tak mengenang dalamnya postingan ini. Sudahlah, deru arus ombak pun t'lah berlalu. Tak perlu dipertanyakan karena jawaban itu...enyahlah. Entah dia menghilang ke mana. Berkaca pun hanya akan membuat kaca itu pecah.
Canda dan tawa hilang, karenanya memiliki tepi. Terperosok, tertelungkup, terhanyut, tersayat. Cukuplah.
Sesaat pikiran hilang, saya tak dapat merasakannya. Mimpi itu tak bisa dikejar karena hilang. Berharap? Putus asa? Apa yang saya lakukan?
Sekuat apapun itu, tak perlu membenci dan tak perlu mengingat. Tak perlu diresapi getaran apa yang terjadi di dalam hati.
Saat rasa itu hilang, saya terbangun. Tak ada yang selama-lamanya. Memilki dunia ini pun tak akan ada gunanya, karena memang tak seharusnya.
Hanya diperlukan waktu semenit untuk melupakan (kuras saja otak dengan bor) pikiran melayang. Tak ada yang dilupakan, cukup hilang saja.
Menatap bayang yang jatuh, rindu pun hilang. Hamparan bunga menunjukkan keindahannya. Hahaha (tertawa geli mengingat sosok itu)
Jangan membuatnya menjadi pantulan. Itu tak akan menyenangkan.
Meski jemari tangan tak melekat, saya hanya cukup percaya. Semua akan mengalir dan akan lebih baik dari sebelumnya.
Waktu tak mengenang dalamnya lautan. Kata hati tak mengenang dalamnya postingan ini. Sudahlah, deru arus ombak pun t'lah berlalu. Tak perlu dipertanyakan karena jawaban itu...enyahlah. Entah dia menghilang ke mana. Berkaca pun hanya akan membuat kaca itu pecah.
Canda dan tawa hilang, karenanya memiliki tepi. Terperosok, tertelungkup, terhanyut, tersayat. Cukuplah.
Sesaat pikiran hilang, saya tak dapat merasakannya. Mimpi itu tak bisa dikejar karena hilang. Berharap? Putus asa? Apa yang saya lakukan?
Sekuat apapun itu, tak perlu membenci dan tak perlu mengingat. Tak perlu diresapi getaran apa yang terjadi di dalam hati.
Saat rasa itu hilang, saya terbangun. Tak ada yang selama-lamanya. Memilki dunia ini pun tak akan ada gunanya, karena memang tak seharusnya.
Hanya diperlukan waktu semenit untuk melupakan (kuras saja otak dengan bor) pikiran melayang. Tak ada yang dilupakan, cukup hilang saja.
Menatap bayang yang jatuh, rindu pun hilang. Hamparan bunga menunjukkan keindahannya. Hahaha (tertawa geli mengingat sosok itu)
Jangan membuatnya menjadi pantulan. Itu tak akan menyenangkan.
Meski jemari tangan tak melekat, saya hanya cukup percaya. Semua akan mengalir dan akan lebih baik dari sebelumnya.
Langganan:
Komentar (Atom)
