Entahlah..Aku Tak Ingin Terhanyut

Seharusnya tak disini saya mengedipkan mata. Waktu berjalan, mungkin habis hanya untuk mengedipkan mata. Mimpi pun bertolak. 
Waktu tak mengenang dalamnya lautan. Kata hati tak mengenang dalamnya postingan ini. Sudahlah, deru arus ombak pun t'lah berlalu. Tak perlu dipertanyakan karena jawaban itu...enyahlah. Entah dia menghilang ke mana. Berkaca pun hanya akan membuat kaca itu pecah. 
Canda dan tawa hilang, karenanya memiliki tepi. Terperosok, tertelungkup, terhanyut, tersayat. Cukuplah.
Sesaat pikiran hilang, saya tak dapat merasakannya. Mimpi itu tak bisa dikejar karena hilang. Berharap? Putus asa? Apa yang saya lakukan?
Sekuat apapun itu, tak perlu membenci dan tak perlu mengingat. Tak perlu diresapi getaran apa yang terjadi di dalam hati.
Saat rasa itu hilang, saya terbangun. Tak ada yang selama-lamanya. Memilki dunia ini pun tak akan ada gunanya, karena memang tak seharusnya.
Hanya diperlukan waktu semenit untuk melupakan (kuras saja otak dengan bor) pikiran melayang. Tak ada yang dilupakan, cukup hilang saja.
Menatap bayang yang jatuh, rindu pun hilang. Hamparan bunga menunjukkan keindahannya. Hahaha (tertawa geli mengingat sosok itu)
Jangan membuatnya menjadi pantulan. Itu tak akan menyenangkan.
Meski jemari tangan tak melekat, saya hanya cukup percaya. Semua akan mengalir dan akan lebih baik dari sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar