SEMINGGU lebih aku di kota Surabaya. Banyak hal yang aku dapatkan. Rasa senang, sedih, gembira, syukur, suka cita, dan masih banyak lagi. Aku menjalani hari-hariku bersama Tuhan. Ya, bersama Tuhan, dan dari Dia-lah rasa syukurku selalu ada. Hidup di Kota ini bukanlah hal yang mudah. Aku dan temanku Gavrila mewakili kantorku untuk studi banding dengan DetEksi Jawa Pos Group.
Aku banyak belajar dari teman-teman kru DetEksi. Bagaimana cara mereka kerja sambil kuliah, apa aja yang ada di dalam DetEksi, suasana kantor saat mereka kerja, gimana cara mereka mencari berita, bagaimana cara mereka ngumpul bareng…BANYAK. Mereka orang yang baik, mereka orang yang penuh dengan suka cita, kegembiraan, tawa, kebersamaan, dan aku pun bisa mengenal seseorang yang “spesial” hehehe. Jadi gak pengen balik ke Manado kalau kayak gini.
Di Surabaya aku tinggal di daerah Darmo Satelit. Perumahan yang cukup Eliet ini mewarnai mataku saat aku mengelilingi beberapa sudut daerah Darmo.
Di rumah ini, aku bisa mengenal Kartika kakanya Gavrila, seorang Dosen Universitas Ciputra (UC). Lagi, lagi, dan lagi Tuhan membuatku harus berkaca dari kehidupan Dosen tersebut. 4 Jempol untuknya :) Aku pun bisa mempunyai teman-teman baru dari UC. Resa, Erick, Yosh, Dita, Ananta , Timothy, bibik yang sering jagain rumah dan Dia..eehh, ada juga 3 Mr. dari Filipina. Mereka lucu dan baik. Mengajarkan bahasa setiap daerah, jalan bareng dan saling curhat. Kita hampir setiap hari tidur pukul 05:00 am. Wkwkwkwk.
Surabaya, Surabaya. Kota kedua terbesar di Indonesia setelah Jakarta. Kehidupan di Surabaya cukup mengagetkan mata yang tertidur dari transportasi. Gak ada angkutan umum. Yap, aku dan Gav selalu menaiki taksi untuk pulang-pergi dari tempat kost ke Graha Pena Jawa Pos, dan sebaliknya. Jaraknya pun cukup jauh -_- tapi aku senang bisa lebih menikmati kota Surabaya yang penuh kejutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar